CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, September 19, 2011

aku dilamar.. :D

sabtu kmaren jam 3 an keluargany ario dateng.. ada tante jane, pingkan sama rei temennya pingkan.. alhamdulillah lancar acaranya.. walaupun cuma ngobrol2 aja,, yah gw seneng bokap nyokap langsung sreg banget sama tante jane.. sama pingkan juga... akhirnya saya dilamar juga,,, trus skarang tinggal ngurus macem2. insyaalloh kl dapet gedung nya berarti tinggal 4 bulan lagi... yesss.... selamat pusing2,,,  :D

Friday, September 16, 2011

urus surat KUA

Jika anda menikah di kediaman Calon Pengantin Wanita (CPW), langkah-langkah persiapannya antara lain adalah :
* Langkah Pertama
CPW ke RT dan RW setempat untuk minta pengantar surat dari RT dan RW. Bawa fotokopi KTP CPW (2 lembar).
* Langkah Kedua
CPW ke KELURAHAN dengan membawa fotokopi KTP CPW (2 lembar), surat pengantar RT dan RW (langkah pertama), fotokopi KK CPW (2 lembar), fotokopi KTP Calon Pengantin Pria (CPP), fotokopi KK CPP.
Hasilnya : Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA
* Langkah Ketiga
CPP ke RT dan RW setempat untuk membuat surat pengantar. Bawa fotokopi KTP CPP (2 lembar), fotokopi KTP CPW (PENTING, agar ditulis keterangan menumpang menikah di KUA dekat tempat tinggal CPW).
* Langkah Keempat
CPP ke KELURAHAN untuk bikin SURAT PENGANTAR KUA NUMPANG NIKAH. Bawa fotokopi KTP CPP (2 lembar), fotokopi KK CPP (2 lembar), fotokopi CPW (1 lembar), fotokopi KK CPW (1 lembar).
Hasilnya :Surat N1 dan N4 untuk dibawa ke KUA
* Langkah Kelima
Ke KUA CPP untuk membuat SURAT NUMPANG NIKAH. Bawa Surat Pengantar dari Kelurahan CPP, KK CPP, KTP CPP, KK CPW dan KTP CPW. Biaya sekitar 100k IDR.
* Langkah Keenam
Ke KUA CPW dengan membawa Surat Pengantar dari Kelurahan CPW, Surat Numpang Nikah CPP, KK CPW dan pas foto 2×3 (3 lembar masing-masing). Biaya sekitar 100k IDR bukan termasuk biaya penghulu.
Hasilnya : Surat keterangan akan menikah di KUA …….
* Abis itu tinggal janjian sama penghulu. Dan mau dijemput kapan penghulu nya ? Biaya penghulu 500k IDR – 1jt IDR. Tips nya bayar separuh dulu ke penghulu sebelum acara dan bayar sisanya setelah acara.
Reference : http://lovejournal.widjanarti.com
NB:
- Siapkan juga Foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 2 lembar atau lebih
- Biasanya Foto berwarna dengan latar belakang warna Biru
- Mengenai Pembayaran tidak selalu sama, tergantung daerahnya

Mahar

QS An Nisa  : 4
"Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya."
Mahar adalah pemberian kepada istri di awal terbentuknya sebuah ikatan kehalalan antara suami istri. Pembirian ini bentuknya bisa berupa benda atau pun uang. Minimal sesuatu yang punya nilai meskipun rendah harganya.
Pemberian mahar merupakan upaya penghormatan dan ri�ayah Islam yang berhak diterima seorang wanita dari calon suaminya.
Mahar Merupakan Hak Istri
Mahar itu menjadi hak istri bukan mertua. Sedangkan dahulu di zaman jahiliyah, menjadi hak ayah kandung / wali dari seorang wanita. Praktek jahiliyah seperti itu telah dihapus dengan datangnya Islam, sehingga tidak ada kesan seorang ayah �menjual� anak gadisnya dengan harga tertentu.
Dengan landasan ayat Al-Quran Al-Kariem berikut ini :
Maka berikanlah kepada wanita mahar mereka. (QS. QS. An-Nisa : 4)
Selain itu, dalam prakatek sehari-hari, manakala ada seorang yang mau menikahi seorang wanita, Rasulullah SAW menanyakan apakah wanita itu bersedia dinikahi dengan mahar ini atau itu ? Beliau tidak bertanya kepada walinya atau ayahnya, melainkan bertanya kepada wanita yang bersangkutan, sebab dia-lah yang berhak mengatakan setuju atau tidak atas mahar yang diajukan.
 
Ketika seorang laki-laki hendak menikah dengan seorang wanita ia harus membayar mas kawin (mahar) sesuai dengan kerelaan wanita yang hendak dinikahinya meskipun harganya sangat murah. Perkara ini merupakan sesuatu yang sudah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya serta tidak ada perselisihan dikalangan para ulama. Pada masa Nabi ada wanita yang hendak dinikahi dengan mas kawin berupa sepasang sandal. Saat itu Nabi bertanya kepada sang wanita tentang kerelaannya menerima. Ketika wanita itu mengatakan bahwa ia rela, maka Rasul tidak mempersoalkannya.
Orang yang tidak paham apalagi membenci Islam menganggap bahwa Islam sangat merendahkan wanita, mereka mengatakan bahwa dalam Islam, wanita dianggap sebagai barang yang bisa dibeli dengan harga murah. Padahal tidaklah demikian. DR. Yusuf Qardhawi dalam bukunya Hadyul Islam Fatawi Mu’ashirah (Fatwa-Fatwa Kontemporer) menyebutkan ada empat hikmah disyariatkannya Mahar.
Pertama, Menunjukkan kemuliaan wanita, karena wanita yang dicari laki-laki bukan laki-laki yang dicari wanita. Laki-laki yang berusaha untuk mendapatkan wanita meskipun harus mengorbankan hartanya. Karena itu yang melamar atau meminang dalam proses perkawinan adalah laki-laki bukan wanita. Hal ini sangat berbeda dengan suku dan bangsa tertentu yang justeru membebankan kepada wanita baik hartanya atau harta keluarganya agar sang laki-laki mau mengawininya.
Kedua, Menunjukkan cinta dan kasih sayang seorang suami kepada isterinya, karena mas kawin itu sifatnya pemberian, hadiah atau hibah yang oleh Al-Qur?an disitilahkan dengan nihlah (pemberian dengan penuh kerelaan), bukan sebagai pembayar harga wanita sebagaimana yang dikatakan kalangan Barat, Allah Swt berfirman yang artinya: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya (QS 4:4).
Ketiga, Menunjukkan kesungguhan, karena nikah dan berumah tangga bukanlah main-main dan perkara yang bisa dipermainkan. Karenanya tidak bisa seorang laki-laki menikahi seorang wanita, lalu setelah itu dengan seenaknya ia ceraikan kembali untuk selanjutnya mencari lagi wanita lain untuk diperlakukan seperti itu. Kalau orang yang belum menikah saja sudah memberi hadiah/cendera mata kepada calon isterinya untuk menunjukan kesungguhan cintanya, apalagi semestinya saat dinikahi. Karena itu, bila seandainya perkawinan mengalami perceraian, maka sang suami tidak boleh mengambil kembali mas kawinnya itu, Allah Swt berfirman yang artinya: Dan jika kamu ingin mengganti isteri dengan isteri yang lain (cerai), sedang kamu telah memberikan seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali daripadanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata (QS 4:20).
Meskipun demikian bila perceraian terjadi sebelum suami melakukan hubungan senggama dengan isterinya, maka sang suami bisa mengambil separuh harta mas kawin itu, ini menunjukkan adanya penghormatan terhadap pernikahan yang suci dan hubungan biologis bukanlah tujuan yang sesungguhnya dari pernikahan, Allah berfirman yang artinya: Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh oleh orang yang memegang ikatan nikah (QS 2:237).
Keempat, Menunjukkan tanggung jawab suami dalam kehidupan rumah tangga dengan memberikan nafkah, karenanya laki-laki adalah pemimpin atas wanita dalam kehidupan rumah tangganya dan untuk mendapatkan hak itu, wajar bila suami harus mengeluarkan hartanya sehingga ia harus lebih bertanggung jawab dan tidak sewenang-wenang terhadap isterinya, Allah berfirman: Laki-laki itu adalah pemimpin atas wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (QS 4:34).
Karena maskawin merupakan suatu pemberian yang sifatnya simbol, maka tidak mesti maskawin itu harus mahal harganya, bahkan yang murah lebih baik agar tidak memberatkan, namun bukan tidak boleh memberikan maskawin dengan harga yang mahal.

sedih jauh-jauhan...

seminggu lalu gw dapet kabar yang lumayan mengejutkan,, sahabat gw dari kuliah dinda dan ria.. udah pada dapet penempatan kantor baru.. td gw bbm dinda,, tapi gak bales2...padahal udh di read sm dy!!! gw sambil sms an sama obenk,, gw mikirnya dinda shock di tempatin di tempat yang jauhhhhhhhh banget... gw baru dapet kabar dari ria,,, dy sms gw... katanya dy ditempatin di tanjung karang, lampung langsung inget keripik pisang mr.monkey aihhh,,, beruntung banget dy... secara si wisnu calon suaminya itu juga kerjanya di lampung... wah mereka makin deketan dong,,, babay LDR eh PJJ pacaran jarak jauh... jadi mereka bakalan sering ketemu dsana...
makin deg2an dong gw sama obenk... si dinda tetep gak bales bbm... gw telpon gak diangkat... aduhhh ditempatin dimana ya dy... akhirnya sejam kemudian baru dy bales bbm gw... singkat padat jelas.. cuma bales gini gw ditempatin di lahat sumatera selatan palembang.. udah gt dong dong balesannya... langsung lah gw search di  mr gugel kl ternyata lahat itu... masih 6 jam dari bandara... astagahhh... dan katanya itu kota imut banget... emang iya ya,,, gw gak tau juga si... aduhhhh... pantesan aja dinda balesnya gt.. ngerti lah gw perasaan dy gmn...

udah gt rencananya kan tanggal 17 ini dy mau lamaran keluarga taufan dari purbalingga kan mau dateng,,, eh gak taunya dy harus udah di lahat sonoh.. alamakjangggg,, gagal deh tu lamaran bulan ini... minggu ini dy baru mau ke purbalingga mau ngukur jari... omaigotttt... sedih bgt yaaa... dinda yang sabar ya... ria selamat ketemu wisnu lagi dsana...

oh ya,, akhirnya sabtu minggu lalu kita berempat ketemuan minus dinda tentunya,,, kita janjian di pelangi... cuma mau ketemuan terakhir sblm kita entah kapan ketemu lagi... we'll miss u.... sampe pelangi ternyata tian bareng sama mas arief.. dy pikir gw bareng sama ario.. ternyata enggak... ya udah deh kebeneran,, jadi ad yg fotoin kita berempat.. kita cuma sempet makan di pizza hut trus balik,, soalnya besok tian mau ke bandung.. lagian td kita ketemuannya udh jam 6 an.. ini ni foto kita..





 itu foto kita kemaren... kl foto jaman masi muda mah yang dibawah tapi minus tian,, yg diatas minus dinda... cekidot


Wednesday, September 14, 2011

tausiyah dzuhur...

tiba2 keinget sama tausiyah dzuhur waktu bulan puasa kemaren... kl gak salah yang nyampein ustad taufik.. cerita tentang seorang istri yang banyak omong cerewet... :)
gini ceritanya...
ustad taufik memulai tausiyah kali ini dengan kata2...

istri yang tidak cerewet ada gak ya???
lalu beliau menceritakan betapa sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet. lalu beliau mencontohkan bahwa ada seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. ia ingin mengadu pada khalifah karena gak tahan dengan kecerewetan istrinya. begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegunternyata dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. dan tingkat kecerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi ia tidak mendengar sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah Umar, beliau diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah itu.

akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Khalifah Umar.ia bingung apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya mengomel?
mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Ternyata Khalifah Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Apakah itu?
1. Benteng Penjaga Api Neraka
2. Pemelihara Rumah
3. Penjaga Penampilan
4. Pengasuh Anak-anak
5. Penyedia Hidangan.

dengan mengingat lima peran ini, Khalifah Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya, menghargai dan selalu mengormatinya.Untuk segala semua kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah sang istri. Khalifah Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga terhindar dari caci maki yang tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Khalifah Umar ini. di bagian ini banyak gw liat bapak-bapak tersenyum malu bahkan ada yang tertunduk... alhamdulillah dapet pelajaran berharga waktu ikut tausiyah kemarin smoga aja nanti yangski bisa kaya gitu.. seperti khalifah Umar bin Khatab, tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi Imam idaman bagi keluargany..


aminnnnnnn...............